paket aqiqah

Hukum Memakan Daging Aqiqah, Boleh atau Tidak?

Hukum Memakan Daging Aqiqah

Table of Contents

Menjalankan aqiqah hukumnya sunnah muakkad, sunah yang diutamakan untuk melakukannya. Lalu, bagaimana dengan hukum memakan daging aqiqah?

Layaknya hewan kurban, siapapun juga dipersilakan untuk memakannya. Jadi, apa hukum memakan daging aqiqah?

Apa Itu Aqiqah?

Aqiqah merupakan cara Islam menyambut kehadiran bayi dalam keluarga yang dirayakan dengan memotong kambing lalu membagikannya ke tetangga atau saudara.

Secara Bahasa, aqiqah berasal dari Bahasa Arab “al-qath’u” yang bermakna “memotong”. Sementara menurut istilah, aqiqah adalah kegiatan menyembelih hewan ternak pada hari ketujuh setelah buah hati lahir.

Melaksanakan aqiqah juga sebagai bentuk ibadah dan rasa syukur kepada Allah SWT atas kelahiran sang buah hati. Dalam hukum Islam, aqiqah sifatnya sunnah muakkad.

Jadi, bagi siapapun yang mampu maka sudah seharusnya menunaikan sunah tersebut.

Bahkan, Al-Qur’an menyebutkan banyak manfaat dari aqiqah tersebut. Salah satu manfaat tersebut tertera dalam ayat aqiqah pada surat Al-Isra ayat 24-27. Berikut kutipan dalam ayat 27 pada surat tersebut.

إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِرَبِّهِ كَفُورًا

Ayat tersebut menjelaskan bahwa hukum memakan daging aqiqah, beraqiqah sama halnya dengan menyisihkan Sebagian harta untuk orang-orang yang berhak mendapatkannya.

Artinya, melaksanakan aqiqah juga turut bersedekah terhadap nikmat atas lahirnya anak.

Bagaimana Hukum Memakan Daging Aqiqah Sendiri?

Mengenai hukum memakan daging aqiqah, tentu tidak lepas dari aktivitas menyembelih daging. Biasanya, daging aqiqah dimasak menjadi sate.

Kemudian dibagikan ke tetangga atau saudara. Tapi, apakah bagi keluarga yang melaksanakannya boleh memakan daging aqiqah sendiri?

Hukum Memakan Daging Aqiqah

Beberapa ulama seperti Ustadz Abdul Somad dan Buya Hamka mengatakan bahwa hukum memakan daging aqiqah sendiri, yakni diperbolehkan karena termasuk ibadah sunnah.

Meski begitu, alangkah baiknya juga turut membagikan daging aqiqah tersebut kepada berhak.

Sebuah riwayat hadits (HR.Al-Bayhaqi) juga menyebutkan bahwa hukumnya boleh-boleh saja dengan memasaknya terlebih dahulu. Selain itu, tentu saja harus disedekahkan pula.

Namun, ulama juga menyebutkan bahwa hukum memakan daging aqiqah tergantung dari jenis aqiqah.

Jika aqiqah tersebut karena adanya nazar, maka orang yang beraqiqah tidak diperkenankan memakan daging aqiqahnya sendiri.

Hal ini tertera dalam Tausyek Ibu Qosim volume 271 yang menjelaskan bahwa Orang yang berkurban dan wajib menafkahi tidak diperbolehkan memakan sedikitpun hasil qurbannya karena nadzar tersebut.

Meski sudah mampu, menunaikan aqiqah sendiri terkadang merepotkan terutama harus mengolah dan memasak dagingnya sendiri.

Tidak perlu bingung karena kini sudah banyak tersedia jasa aqiqah di Indonesia, contohnya Keluarga Asshidiq.

Keluarga Asshidiq merupakan penyedia jasa aqiqah yang telah hadir sejak 2007 dan menjadi layanan aqiqah profesional pertama di Indonesia terutama di Jakarta.

Layanan ini menjunjung tinggi nilai syariat Islam dan berkomitmen menjaga mutu serta kualitasnya.

Terbukti, layanan aqiqah ini telah memperoleh sertifikasi mutu internasional ISO 9001:2015 dari SAI GLOBAL yang berkantor di Australia dan sertifikasi Laik Hygiene.

Jadi, tidak perlu khawatir mengenai kualitas olahan daging aqiqah karena sudah berstandar dan memenuhi ketentuan.

Ditambah lagi, layanan aqiqah di Jakarta ini juga sudah mendapatkan sertifikasi Halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Untuk itu, semua proses pengolahan dan pemasakan tidak perlu diragukan kebersihan dan kehalalannya.

Risau masalah harga? Jangan cemas karena Keluarga Asshidiq menawarkan beberapa pilihan paket yang bisa menyesuaikan kebutuhan Anda.

Dengan layanan tersebut, menjalankan aqiqah tidak lagi ribet dan ibadah terlaksana dengan lancar.

Tertarik? Hubungi segera melalui kontak resminya dan semoga info seputar hukum memakan daging aqiqah ini dapat memberikan referensi.